Kamis, 28 September 2017

0

PENJELASAN PRINSIP DASAR ETIKA

ETIKA PROFESI AKUNTANSI

      2.      PRINSIP DASAR ETIKA

Ada enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu prinsip keindahan, prinsip persamaan, prinsip kebaikan, prinsip keadilan, prinsip kebebasan, dan prinsip kebenaran.

Dibawah ini akan dijelaskan masing-masing dari prinsip-prinsip etika :

Prinsip Keindahan
Mendasari segala sesuatu dengan rasa senang terhadap keindahan denganmenunjukkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Contoh : dalam berpakaian, berpenampilan, penataan ruangan, dsb.

Prinsip Persamaan
Persamaan terhadap hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya.

Prinsip Kebaikan
Perilaku seseorang untuk selalu berusaha berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya, menjunjung nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain.

Prinsip Keadilan
Prinsip yang mendasari seseorang untuk bertindak adil dan tidak mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi hak orang lain.

Prinsip Kebebasan
Kebebasan setiap manusia yang mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri selama itu tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain dan harus diikuti dengan tanggung jawab.

Prinsip Kebenaran
Prinsip yang dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat dan bersifat logis/rasional.

PRINSIP DASAR PROFESI AKUNTANSI

Tanggung Jawab profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.

Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.

Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.

Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan.

Selain itu juga memiliki ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.

Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

Kerahasiaan
Prinsip ini menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

Seorang akuntan berkewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.

Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.
 
Standar Teknis
Setiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, berkewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.



0

PENGERTIAN ETIKA


      ETIKA PROFESI AKUNTANSI

      1.      ETIKA

Dalam kehidupan sosial bermasyarakat, diperlukan tatacara yang baik dalam bertindak, aturan berprilaku dan sesuai dengan akhlak yang baik. Jadi etika manusia adalah cara manusia berprilaku, mengetahui hal-hal yang baik dan buruk, berperangai sesuai dengan norma dan adat. Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yakni adat atau kebiasaan; watak; kesusilaan; sikap; cara berpikir; akhlak.

-          Pengertian Etika Menurut Para Ahli
Ada beberapa para ahli yang mengungkapkan pengertian-pengertian etika. Diantaranya:

James J. Spillane SJ
Etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

Prof. DR. Franz Magnis Suseno
Etika merupakan suatu ilmu yang memberikan arahan, acuan dan pijakan kepada tindakan manusia.

Soergarda Poerbakawatja
Etika merupakan sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan.

Drs. H. Burhanudin Salam
Mengungkapkan bahwa etika ialah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai -nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

Drs. O.P. Simorangkir
Menjelaskan bahwa etika ialah pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.

A. Mustafa
Mengungkapkan etika sebagai ilmu yang menyelidiki terhadap perilaku mana yang baik dan yang buruk dan juga dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang telah diketahui oleh akal pikiran.

W.J.S. Poerwadarminto
Menjelaskan etika sebagai ilmu pengetahuan mengenai asas-asas atau dasar-dasar moral dan akhlak.

Drs. Sidi Gajabla
Menjelaskan etika sebagai teori tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik & buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

Bertens
Etika merupakan nilai dan norma moral yang menjadi acuan bagi manusia secara individu maupun kelompok dalam mengatur segala tingkah lakunya.

Ahmad Amin
Mengemukakan bahwa etika merupakan suatu ilmu yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan sebuah tujuan yang harus dicapai manusia dalam perbuatannya dan menunjukkan arah untuk melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.

Hamzah Yakub
Etika merupakan ilmu yang menyelidiki suatu perbuatan mana yang baik dan buruk serta memperlihatkan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.

Aristoteles
Mengemukakan etika kedalam dua pengertian yakni: Terminius Technicus & Manner and Custom. Terminius Technicus ialah etika dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia. Sedangkan yang kedua yaitu,  manner and custom ialah suatu pembahasan etika yang terkait dengan tata cara & adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang sangat terikat dengan arti “baik & buruk” suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

Maryani dan Ludigdo
Mengemukakan etika sebagai seperangkat norma, aturan atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok masyarakat atau segolongan masyarakat.

Martin
Mengemukakan bahwa etika ialah suatu disiplin ilmu yang berperan sebagai acuan atau pedoman untuk mengontrol tingkah laku atau perilaku manusia.

Menurut KBBI
Etika ialah ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat.



-          Pengertian Etika Secara Umum
Etika Umum adalah Etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

-          Pengertian Etika Secara Khusus
Etika Khusus merupakan Etika dalam penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
Etika Individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
Etika Sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.



Sabtu, 27 Mei 2017

Rabu, 17 Mei 2017

Minggu, 09 April 2017

0

TELLING THE PLANS, EXACTLY MY BEAUTIFUL DREAMS

             Once, when I was in junior high school I have goals that I have always believed that I was able to make it happen, that being a flight attendant. I wonder what made me want to become a flight attendant, I always believed that I could become a flight attendant was, that occurred to me was to become a flight attendant it is a profession that is fun, it can be anywhere without having to pay, can fly anywhere, can master some language, working with Pilot and much more.

                Over time after I graduated from high school I went to vocational schools (SMK) and majored in Accounting. Here is what I aspire to become a stewardess started to fade or practically no longer possible. But, I still want to become a stewardess Professionals who had long dreamed of. Teachers and my friends have all been aware that my dream is to become a stewardess Professional.

                But…. There is a thing that make me have to leave my dream, that's my parents. They don't agree if I become a stewardess, because they told me to be a flight attendant was really fun but it was very risky profession .. besides that, they told me to be a flight attendant was having to sacrifice family for hours of flying erratically. Yaaah ... what else can I say? I had to bury my dream that had long aspired.

                Time passed, until I entered the world of college, I majored in accounting at a private university. From sisnilah I have a new dream .. a dream that has never been thought before. My new dream is to be an Accounting in a government-owned company (BUMN) I'm addict in Accounting, because an accounting is needed in any company. I am optimistic that my new dream must be realized by all the effort that makes me more confident that I was able to make it happen. And my dream is strongly supported by lmy lovely parents as well as my extended family.

                So, I hope that I can be success in my college for 4 years and I graduated with best result that can make my parents proud. After that I will be a Professional Accounting in a big company in Indonesia. So I can make my parents proud by providing an outstanding achievement and can bring my parents to go pilgrimage in Holy Land of Mecca. That is my dream and my parents. May Allah always bless my way to make my parents and all my family happily ever after. AMIN :)
0

CONDITIONAL SENTENCE

   1.       DEFINITION CONDITIONAL SENTENCE :
     Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to express that the action in the main clause (without if) can only take place if a certain condition (in the clause with if) is fulfilled.

    2.       TYPES OF CONDITIONAL SENTENCES :

               a.       Zero Conditional (Conditional Sentences type 0)
    Zero conditional sentence or a conditional sentence conditional type 0 is used when the (result / consequence) of the condition (condition) is always manifested as a scientific fact or a general truth which is a habit (habitual action). Section dependent clause (if + clause) may be preceded by the words "if" or "when". 

if + simple present, simple present

            EXAMPLES :
-          If people eat too much, they get fat
-          If babies are hungry, they cry

b.      Conditional Sentence Type I
it is possible and also very likely that the condition will be fulfilled, or most likely something he is supposed to happen. Future action will only happen if certain conditions are fulfilled at the time. We do not know for sure if the actual conditions will be fulfilled or not, but certainly seems more realistic conditions so we thought it was very possible.

        if + simple present, will + bare infinitive

EXAMPLES :
-          If you give me money, I will help you
-          If you leave your sister alone, she will miss you

c.       Conditional Sentence Type 2
Conditional sentence type 2 is used to express the actions that are not possible because the condition may not be fulfilled. This sentence is used to talk about the fact that contrary to the present.

if + Simple Past, Conditional I (= would + Infinitive)


EXAMPLES :
-          If I were you, I would be very angry
-          If you followed my instructions, you would be safe

d.      Conditional Sentence Type 3
In the conditional sentence type 3, the condition may not be fulfilled because it happend in the past so that the action can not be happening. This sentence is used to discuss expectations were not realized in the past.

if + Past Perfect, Conditional II (= would + have + Past Participle)

EXAMPLES :
-          If her grandfather had been immediately taken to the hospital, he would have been saved
-          If Jono had studied hard, he would have passed the exam



SOURCE: 
http://www.ilmubahasainggris.com/conditional-sentences-type-0-1-2-3
-pengertian-jenis-rumus-contoh-kalimat-dan-soal-latihan/

Minggu, 19 Maret 2017

0

EXPERIENCE : PESONA ALAM RESORT AND SPA WITH SIBLINGS


Hi my name is prien and I wanna share my short holiday.. so, just keep on reading J



Talk about holiday, 3 months ago I and my family went to a hotel in Puncak-Bogor exactly at Pesona Alam Resort and Spa Hotel. I spent my short holiday with my two sisters and my old sister’s little family. My short  holiday is unplanned.. we spent two days one night in the hotel.  The view of hotel was good very much! I love that place.. It’s cool, beautiful, and so comfortable. The facilities of the hotel are complete.. there are sport center, swimming pool, playground, football yard, spa, and more good venue to take a picture J In first day, we just arrived at 6 pm at that time the weather was rainy.. so we just stay in hotel . Next day in the morning we try the sport center to burn calories exactly we wanna try the facility of that hotel J after that we breakfast in the restaurant.. the menu are really delicious and all we can eat, so we choose foods and drinks freely. After breakfasting we prepare to check out from that hotel at 1 pm. Pesona Alam Resort and Spa Hotel is close enough to Taman Safari Zoo.. so, before we go home we go to the zoo first.. the children of my sister are happy so much, they look lots of animals.. in the zoo we can give some foods for the animal such as deer, camel, and elephant. After 3 hours at the zoo we decide to go home.

I think that’s enough for story of my short holiday, we had so much fun in there and I hope someday we can go holiday in another good place again.

Thank youJ